Apa yang kita pikirkan dan kita katakan pada diri kita semuanya di ambil dari otak. Selanjutnya otak membuka data - data yang sesuai dengan apa yang kita pikirkan atau kita ucapkan tadi. ketika itulah data yang diberikan otak memengaruhi gerakan tubuh dan ekspresi wajh kita. Jadi, seseorang bisa merasakan bahwa tubuhnya dipengaruhi oleh pikiran.
Konon, ada cerita saat Perang Dhunia II Hitler hendak menghukum tidak prajuritnya karena tidak melaksanakan perintah. Untuk itu ia meminta para ahli untuk menghukum mereka dengan hukuman psikis yang tak akan pernah terlupakan. Maisng- masing dikurung dalam kamr yang sempit dan gelap. Tidak jauh dari kamarnya air dibiarkan menetes dan menghasilkan suara gemericik. Mereka di beritahu bahwa dalam ruangannya telah diberi gas beracun dan kesempatan hidupnya tak lebih dari enam jam saja, padahal itu tak benar. Selanjutnya kamar di tutup rapat. Mereka dibiarkan dalam keadaan seperti itu. Tiga jam kemudian ketiga kamar dibuka dan sungguh mengejutkan, dua dari tiga orang prajurit benar - benar tewas dan satunya dalam keadaan sangat kritis.
Dari situ dapat disimpulkan, ketika otak menerima informasi yang amat diyakini, maka otak pun akan mengirimkan informasi data - data yang berhubungan dengan informasi itu ke seleruh tubuh. Akibatnya, kondisi tubuh terpengaruhi seperti jantung berdegup kencang, saluran napas sesak, tekanan darah naik, dan keringat di sekujur tubh. Ketika apa yang dirasakan oleh tubuh di kirim balik menuju otak, maka pikiran akan semakin kuat.Begitulah seterusnya hingga dapat meneyebabkan kematian.
Untuk itu, dalam setiap mengahadapi permasalahan kita harus selalu dapat berpikiran jernih dan menenngkan otak kita. Hal yang tidak sebenarnya terjadi namun karena selalu kita pikirkan maka bisa menurunkan kemampuan tubuh kita. Mari kita selalu tanamkan pikiran positif agar tubuh kita pun tetap sehat.
0 Comment :
Posting Komentar