Sikap Adalah Kualitas

Entah sadar atau tidak, kita selalu melihat dunia ini melalui perspektif kita masing - masing yang unik, atau juga berdasar pada keyakinan kita tentang hal yang baik dan buruk, benar dan salah, adil dan tidak adil, dan sebagainya. Dengan kata lain, sesuatu yang kita hadapi walaupun itu suatu hal yang sama tidak akan dipandang sama oleh perspektif orang lain.
Hal ini tentu wajar - wajar saja. Kemampuan menyikapi dan mengambil kesimpulan terhadap suatu hal setiap orang pasti akan ada bedanya. Untuk situasi seperti ini yang diperlukan jelas yaitu pengambilan sikap. Apakah kita akan mengambil sikap sesuai perspektif diri kita sendiri atau sekaligus mempertimbangkan menurut perspektif orang lain. Semuanya tergantung dari kemampuan kita dalam hal tukar pikiran. Hal ini sangat berpengaruh dalam kehidupan sosial kita.
 

Hari Ini Ku Bertemu Aku yang Lalu

Hari ini ku bertemu aku yang lalu,
dalam hujan
Sempat kami berbincang
tentang jabat tangan yang hilang
tentang album lusuh yang tertumpuk
tentang hutang yang belum lunas dan sebagainya


Ia tersenyum melihatku meladeninya
 

Aku yang lalu memang egois
selalu menengok menghadang
terkadang menarikku ke belakang
Tak pernah mau pergi karna,
harusnya begitu


Aku menangis melihatnya tersenyum


Aku pun tersadar,

dalam hujan
Diriku sendiri yang mengundang aku yang lalu
Aku yang lalu pun pergi
hari ini